Subscribe Us

Bernadya - Terlintas (Review)


Setelah sempat viral di TikTok lewat single debut bertajuk Apa Mungkin yang dirilis oleh Juni Record pada 2022 lalu, Bernadya Ribka Jayakusuma atau kerap disapa Bernadya hadir dengan rasa baru dilingkaran pop mendayu-dayu khas para nama-nama beken di kategori Solois Perempuan.

Bernadya bukan nama baru bagi blantika music nusantara, pasalnya sebelumnya ia sempat membentuk Grup Music Duo bersama Celine yang merupakan sang kakak bernama ‘Celine & Nadya’ di 2018. Selang dua tahun sebelum membentuk Duo tepatnya pada 2016 silam, Bernadya juga sempat mengikuti audisi ajang pencarian bakat The Voice Kids. Bernadya merupakan salah satu mahasiswi aktif dari Universitas Multimedia Nusantara.

Dipertengahan tahun 2023, Bernadya merilis Mini Album bertajuk Terlintas. Mini Album ini terdiri dari 5 track yang didominasi tentang cerita patah hati, yang rasanya pasti pernah dialami oleh manusia di usia remaja menuju dewasa. Komposisi pemilihan diksi yang minimalis tanpa kiasan –kiasan rumit ini menciptakan rima lirik yang kompleks namun mudah dicerna, ditambah iringan instrumen yang membuat pendengarnya nyaman meskipun arti liriknya menyayat-nyayat.

Sumber : instagram @bernadyaribka

Mulai dari lagu pembuka, Terlintas yang mengusung tema ratapan ‘overthinking’ pasca perpisahan dicerminkan lewat penggalan lirik dibawah ini.


Aku bagaimana, tanpamu bagaimana?

Akankah kisahku berakhir bahagia?

Lalu bagaimana, akhirnya bagaimana?

Semoga hanya bahagia yang akan terasa 

Dipanjangnya sisa masa


Selanjutnya Masa Sepi yang berisi perasaan gagal move on sebab kenangan- kenangan manis selalu menghantui, terlebih disaat sepi menguasai, dibuktikan lewat lirik ini.

Dulu kukira ku akan kuat

Kini aku hilang akal sehat 

Kau ‘kan s’lalu jadi yang kutunggu sampai nanti

Saat masa sepi tak lagi mau menghampiri

Selanjutnya, Sinyal-Sinyal yang merupakan track ketiga di album ini. Hampir serupa dengan nomor sebelumnya yaitu Terlintas & Masa Sepi, Sinyal-Sinyal berisi tentang Hubungan yang tidak jelas. Dalam salah satu bagian lagu ini ternyata memuat percakapan yang lirik sekaligus suaranya dilengkapi oleh Randy Pandugo.

Mungkin suatu saat (Mungkin sesaat) 

Kita lebih dekat (Kita arus bicara)

Mungkin juga kau hanya sesaat

Mungkin kau ada juga

Pikirkan hal serupa

Namun sepertinya

Hanya aku saja

Lanjut ke Apa Mungkin, lagu yang dirilis lebih awal dari Album Terlintas dan sempat mengisi laman For Your Page di TikTok ini bercerita tentang bagaimana hubungan tidak akan selalu berjalan dua arah. Lagu ini dibalut dengan petikan gitar akustik ringan yang dapat melengkapi muatan lirik yang minimalis, humoris sekaligus tragis dilagu ini.

Dari dulu semua burukku

Kau terima katamu tiada yang menggangu

Mengapa tiba-tiba jadi masalah?

Sejak kapan semuanya berubah?

Apa kar’na kau lihat ku marah?

Apa kar’na leluconku itu itu saja?

Atau memang kamu yang tak lagi cinta

 Tiba di track penutup dari Album Terlintas, yaitu Satu Bulan. Lagi-lagi penegasan tentang cerita perpisahan kali ini dikemas dengan komposisi diksi sederhana yang diiringi tempo piano yang pas keduanya berhasil menenggelamkan pendengar kedalam perasaan sendu maksimal.

Sudah adakahh yang gantikanku?

Yang khawatirkanmu setiap waktu

Yang cerita tentang apapun sampai hal-hal tak perlu

Kalau bisa jangan buru-buru

Kalau bisa jangan ada dulu


 Setelah mengulik total 5 lagu di Mini Album Terlintas ini berikut intisarinya :

Mini Album ini merupakan dosis penenang bagi siapapun yang sedang berada di fase gagal memahami dinamika kisah cinta. Vokal & segi penulisan Bernadya di album ini berhasil disempurnakan oleh Lafa Pratomo & Rendy Pandugo selaku produser. Adapun kekurangan dari Mini Album ini ialah tema yang dominan murung rasanya terlalu singkat untuk sosok melankolis, 18 menit 38 detik mungkin hanya dapat membakar sebatang rokok kretek, segelas kopi dan perasaan tanggung dan pada akhirnya mengulang lagi.

Sumber : instagram @bernadyaribka

Dengan rilisnya Mini Album Terlintas ini, Bernadya hadir sebagai pematah stigma tentang Album bertemakan cinta dari solois perempuan harus mendayu-dayu penuh dramatisme dan kiasan-kiasan memaksakan seperti kebanyakan solois perempuan yang mejeng di daftar putar Generasi Galau. Sisi kreatif Bernadya dalam penulisan lirik yang disokong vokal khasnya ini sangat patut untuk diperhitungkan. Kedepannya, tidak menutup kemungkinan, nama Bernadya dapat eksis wara-wiri mengisi barisan nama di festival musik kenamaan di tanah air.

Kunjungi Sosial Media Journey Archive untuk informasi terupdate lainnya

Posting Komentar

0 Komentar