Subscribe Us

Dopamine Cyberpunk Jembatan Menuju Album Kedua dari Mighfar Suganda

Setelah sebelumnya akhir tahun 2022 Mighfar Suganda merilis Studio Album pertama dengan total 1juta streams hanya dalam 5 bulan, Broken Beautiful Blue Ruin sukses besar, masuk berbagai playlist seperti “brb Crying”, “Fresh Finds Indonesia Best of 2022”, ”Skena Gres”, dan Playlist lainnya di platform YouTube, Resso, Treble, dan Joox. 
Mighfar Suganda merilis EP baru berjudul Dopamine Cyberpunk pada tanggal 17/02/2023 selang seminggu setelah kolaborasi bertajuk Surfing a Tsunami Wave pada tanggal 10/02/2023. dan langsung masuk berbagai playlist official Spotify seperti "Skena Gres, Gelombang Alternative, New Music Friday, & Fresh Finds". 


Dopamine Cyberpunk adalah sebuah lagu lanjutan cerita dari Surfing a Tsunami Wave, sebuah tema tentang kritikan netizen atau orang lain kepada musisi dan seniman. Apabila Surfing a Tsunami Wave adalah treatment kepada diri sendiri faktor internal, sebuah optimisme kepada mindset diri sendiri, bagaimana kita, bahwa tidak boleh menyerah, mengakui kekalahan, dan lari dari kenyataan. Dopamine Cyberpunk adalah perspektif lain, yaitu treatment kepada orang lain, faktor eksternal, orang-orang atau contohnya netizen yang menghina, meremehkan, mengkritik kita. Bagaimana seharusnya kita merespons dan membalas mereka. Bisa dibilang lagu ini adalah balas dendam terindah.

Terinspirasi dari novel dan film paling laris pada tahun 70an The Godfather, saat scene Don Vito meeting dengan mafia setelah kematian anaknya, yang mengejutkan adalah dialog “Aku tidak akan membalaskan dendam anakku, karena tidak ingin ada pertumpahan darah lagi”. Dopamine Cyberpunk merepresentasikan pemikiran ini, response kepada orang-orang yang menyakiti kita adalah dengan balas dendam terindah, yaitu tidak membalas mereka, biarkan tuhan dan waktu yang menghakimi, hingga di suatu hari mereka akan sadar, menyesal, merasa bersalah setiap akan tidur.

“I’ll let you die alone, with the mouth open”
sebait lirik yang diulang-ulang dengan emosi yang berbeda, dari sendu, marah, dan lemas.

Sebuah makna untuk orang-orang yang bisa kita sebut haters, kita tak perlu membalas seperti mereka lakukan, membuat kita tidak ada bedanya dengan mereka, karena kita tidak bisa membuat orang lain melakukan apa yang seharusnya kita pikirkan benar, biarkan saja lakukan apa yang mereka mau, hingga mereka lelah dan berhenti melakukannya, hingga mereka akhirnya mati diatas tempat tidur tak pernah sadar kesalahan mereka, dengan mulut yang masih terbuka, yaitu maknanya masih hate speech ke orang lain, masih sibuk mencari kesalahan orang lain, masih dengki dan iri, tak sadar hingga ajal menjemput.
Pemilihan Judul, Dopamine Cyberpunk dari kata “Dopamine” adalah zat kimia di dalam otak yang bisa meningkat kadarnya saat seseorang mengalami sensasi yang menyenangkan, sedangkan “Cyberpunk” adalah sebuah subgenre fiksi ilmiah yang menggambarkan keadaan distopia disertai pemanfaatan teknologi tingkat tinggi. Cerita-cerita Cyberpunk umumnya terjadi pada masa depan yang tidak jauh dari masa kini dan di dalamnya banyak ditemui unsur-unsur film noir serta tokoh dan elemen seperti hacker, perusahaan besar, dan kecerdasan buatan.

Dari dua definisi tersebut, Dopamine Cyberpunk merepresentasikan hal yang paling indah untuk masa depan adalah tidak membalas dendam dengan kekejaman tapi tetap berbuat baik sehingga tidak terjadi saling balas dendam yang akan terus terjadi pada generasi selanjutnya.

Lagu ini sudah direkam dan diciptakan, semuanya diproduksi oleh Mighfar Records sejak bulan Mei tahun 2022, Semua instrumen dan aransemen diciptakan oleh Mighfar, kecuali instrumen bass dibantu oleh Bassist dari band Redwine Yosan Aponno, tapi karena masih fase album pertama tentang depresi dan kesedihan, maka Dopamine Cyberpunk baru dirilis pada tahun 2023 sebagai lagu pembuka menuju Studio Album kedua pada pertengahan tahun 2023. Dengan genre yang mulai explore dan agak berbeda dengan album pertama, mulai memberikan unsur indie rock dan sedikit vibes fun, tapi tetap dibalut mood gelap dan kecewa. Track ini adalah salah satu yang paling minimalis, dimana track lain penuh dengan instrumen sinthesizer, pad, gitar, drum, strings, horns section. Dopamine Cyberpunk hadir dengan dominasi efek gitar elektrik, dan sedikit pad. 

Sebuah treatment baru, Mighfar Suganda membiarkan dirinya memainkan lead gitar tidak hanya ditengah, tapi dari awal sampai akhir mengikuti emosi lagu mengalir begitu saja, hanya butuh 3x one take untuk menyelesaikan lagu ini. Begitu juga dengan lirik, Mighfar sudah mencoba menulis gaya penulisan baru yaitu lebih sederhana dan mudah dimengerti tapi dengan makna yang lebih mendalam.

Untuk menyesuaikan konsep Cyberpunk, Mighfar mendesain artwork menggunakan teknologi AI dengan setiap kata imajinasinya akhirnya membentuk seorang wanita yang sedang tertidur disebuah kamar di era cyberpunk mungkin 100 atau 200 tahun kemudian, dengan latar belakang kota cyberpunk, kota masa depan, didampingi robot layaknya gundam. Menunjukkan dunia terasa hangat dan damai, sebuah harapan apabila manusia setiap insan nya bisa menahan rasa amarah, menghilangkan rasa dendam, terhindar dari perseteruan, atau bahkan perang, seluruh umat manusia hidup damai dan bahagia. Sebuah dunia indah di masa depan.

Dopamine Cyberpunk mengantarkan pelan-pelan menuju studio album dan juga melengkapi semua aspek dan cerita di album, bahwa ada bagian cerita dan sebuah track tentang balas dendam, dan keputusan untuk tidak balas dendam adalah keputusan sulit melawan ego dan amarah untuk menjadi seorang manusia yang lebih bijak dan dewasa.

Posting Komentar

0 Komentar