Subscribe Us

Cara Pelarian Dari Kerasnya Kehidupan Vintonic Lewat Come Away

“Come Away” merupakan lagu yang menceritakan pelarian dari kerasnya kehidupan melampaui alam mimpi dan kenangan dengan jatuh cinta kepada seorang sosok yang sangat spesial. “Terkadang kita lelah dengan realita hidup yang pahit, tidak ada salahnya untuk bersinggah pada seseorang untuk melupakan rasa sakit tersebut.” Jelas Vintonic (05/08). Dalam proses penulisan lagu ini, Vintonic berkhayal menjadi seorang musisi jepang yang tidak fasih berbahasa Inggris. Sehingga dalam penulisan liriknya, terdapat unsur estetika yang serupa dengan cara pemakaian Bahasa Inggris pada musik Japanese City Pop. Konsep dari suara drum di “Come Away” memiliki direksi yang lebih meriah dan experimental seperti musik jazz fusion, berbeda dengan lagu-lagu Vintonic sebelumnya.

Dengan arahan tersebut Vintonic kembali berkolaborasi dengan Dimas Pradipta. Dimas merupakan drummer ternama yang sudah sering berkolaborasi dengan musisi Jazz tanah air seperti Barry Likumahuwa dan Indra Lesmana, sehingga ia sudah tidak asing lagi dengan aliran musik ini. Pada proses rekaman vokal, Heston menyarankan untuk memadukan suara perempuan. Sehingga akhirnya Vintonic juga dibantu oleh Sade Susanto pada backing vocal. Dengan mengharmonisasi vokal Nicho, Sade memberikan warna yang lebih halus dan unik. Terlebih dari itu, ia juga berkontribusi memberikan pernak-pernik pada beberapa bait dengan adli khas R&B- nya.

“Lagu ini merupakan sebuah statement untuk para pendengar setia kami, bahwa kita tidak melupakan genre yang membawa kita ke tahap ini, yaitu Citypop dan Pop kreatif.” Tambah Vintonic (05/08). Dengan adanya elemen seperti gitar yang funky, synthesizer digital 80-an, ditambah dengan solo gitar yang eksentrik dari Ravin, Vintonic membuktikan sebuah kesatuan tema dari karya pertama mereka, “Cinta Yang Baru”.

Posting Komentar

0 Komentar