Jeje, sapaan akrab Jeremy sebagai lead vokal, mengatakan bahwa kesendirian sendiri adalah tema yang sangat menarik dan tentu saja akan membawa isi kepala kita ke ziarah ingatan pada masa-masa terdahulu. Kesendirian juga bisa menjadi mesin waktu yang sangat pas untuk kembali membuka arsip akan banyak nama dan wajah yang sempat singgah.“Semua orang pasti pernah merasakan kesendirian, bahkan untuk orang paling ceria dan bahagia sekali pun,” tambahnya.
Ketika ditanya menyoal judul lagu mereka, Graveyard, yang berarti taman kuburan, Jeje menjelaskan bahwa kuburan ia jadikan sebagai metafora untuk menggambarkan apa itu kesepian dan kesendirian itu. “Kelak, semua orang akan sendiri pada waktunya,” ungkapnya dengan lirih. “Meskipun bertema kesendirian, lagu ini tidak implisif tentang percintaan. Lagu ini hadir sebagai keresahan pribadi saya tentang perasaan sepi, tentang hingar bingar kehidupan, tentang kembali mempertanyakan eksistensi kita. Hidup itu perkara merelakan, merelakan apa yang tanggal dan merelakan juga apa yang memilih untuk tetap tinggal,” tambahnya.
Selain itu, ketika ditanya tentang rencana dan proyeksi ke depannya, Jeje mengatakan bahwa ia dan teman-teman berencana untuk mengembangkan tema ini dan akan menelurkan single tiga single lagi. Nantinya, daftar lagu ini akan dikompilasi ke dalam bentuk EP (Extended Player Album) atau bahkan full album. “Kami ingin terus mengembangkan tema dan eksplorasi bermusik. Salah satu target utama ke depannya adalah rekaman tiga lagu lagi untuk kemudian dijadiin EP, atau bisa saja full album.” pungkasnya. Lagu Graveyard dari Sweat The Band sudah bisa didengarkan melalui berbagai toko musik digital seperti Spotify, Apple Music, Deezer, Joox dan Resso.


0 Komentar