Subscribe Us

BAALE : Album Fortuna, Iwa K, Cuek dan Gas Teruss…

Menilik semangat eksplorasi Iqbaal Ramadhan dengan memperkenalkan diri kembali ke publik lewat moniker BAALE tentunya menjadi lampu sorot terang bagi industri musik Indonesia. 137 ribu pengikut di Instagram project ini (saat tulisan ini dimuat) jadi buktinya, meskipun minor jika dibandingkan akun instagram pribadinya yang menyentuh 14,5 juta. Artinya baru kurang dari 1% pengikut instagram pribadinya yang mengikuti Instagram BAALE.

Tentu diatas hanya omong kosong soal angka yang entah penting atau mungkin tidak untuk seorang yang secara terang-terangan ingin bersenang-senang dalam bermusik.

Dalam kesempatan ini, rasa penasaran kami terhadap isi kepala Iqbaal Ramadhan sebagai BAALE mengerucut ke beberapa pertanyaan tetek bengek soal Album Fortuna.


Hallo, BAALE! Congrast ya atas rilisnya album penuh “Fortuna”. Apakah sudah cukup puas dengan hasil nya?

Yo Journey Archive, terima kasih sebelumnya. Puas, Alhamdulillah! Gue seneng banget dengan apa yang BAALE bisa suguhkan di hari ini dengan timeline yang mayan krezi. Kurang lebih 3 bulan dari mulai pertama kali kasih denger ke Mas Hendra (Rock n Roll Mafia) demo-demo yang ogut punya sampe akhirnya rampung jadi Album Fortuna. Maklum lah setengah musisi setengah aktor jadi harus bagi-bagi jadwalnya haha. Akan selalu ada sih pernyataan tentang “harusnya bisa begini, harusnya begitu”.. Tapi ya enggak bakal ada habisnya yang begitu itu. Ogut jadi belajar bahwa, selesai itu lebih baik daripada sempurna yoi gak tuh? Hahaha.

 

Kenapa memilih untuk menggunakan lirik full berbahasa Indonesia? Di saat solois pria lain yang seumuran lo (beberapa) menggunakan Bahasa Inggris dilagunya.

Hah emang iya ya? Kayanya banyak juga deh yang pakai Bahasa Indonesia. Justru menulis dalam Bahasa Indonesia itu (menurut ogut) jauh lebih sulit ketimbang menulis dengan bahasa lain, misalnya Bahasa Inggris. Buat ogut, butuh keberanian yang lebih untuk menulis dengan bahasa ibu, karena ada kedekatan konteks didalamnya. Makanya sering, lebih ngerasa cringe buat menulis “Aku cinta kamu” dibanding “I love you” haha. Tapi ya itu, ogut mau nge-challenge diri sendiri aja sih, dan meyakinkan juga kalau musik pop alternatif hari ini juga bisa berbahasa Indonesia dan tetap ringan juga menyenangkan.

Pertanyaan klise : bisa ceritain awal histori lo menulis materi-materi di debut album lo? Mulai dari sketch, konsep awal sampai mengajak para kolaborator, produser dan merilisnya?

Inisiasi ide album solo sebenernya sudah muncul dari tahun 2020. Ya walau masih rada ngawang sih. Di 2021 makin bertekad untuk bikin, terus selalu “ketunda” karena satu dan lain hal kayak nyelesain kuliah dan tugas-tugas keaktoran lainnya. Tapi ogut sadar kalau enggak disempetin, ya enggak akan pernah jadi. Lalu di 2022 ogut bangun studio kamar di Melbourne supaya bisa start produksi demo dan ngumpulin katalog lagu-lagu untuk album Fortuna. Baru di 2024 awal setelah lulus kuliah akhirnya pengerjaan album dimulai. Ketemu sama Mas Hendra Jaya Putra di awal 2024 juga karena beliau adalah teman lama manager ogut. Dibantu prosesnya sama Lucky Sarwo sebagai co produser dan didukung penuh oleh sahabat-sahabat terdekat kayak Vincent Rompies pada bass, Kafin Sulthan pada keys/synth juga Warman Nasution pada gitar. Untuk backing vocals ogut memang mau nyanyi bareng sama kerabat terdekat juga, walau banyak diantaranya yang malu-malu diawal karena memang bukan penyanyi hahaha. Tapi buat ogut, that is the whole point bikin album musik yang jujur dan nyanyi bareng sama teman-teman terdekat as if elo lagi nongkrong aja di tahun 90an sambil genjreng-genjreng gitar!


Album apa saja yang lo dengarkan pada saat proses penggarapan album?

Eh justru pas di proses produksinya, ogut berusaha banget menghindari terlalu banyak mendengarkan album musik lain. Takut banget terlalu ter-influence sampe akhirnya jadi kehilangan jati diri lagi. Poinnya bikin album Fortuna (dan BAALE in general) itu kan supaya ogut bisa lebih kenal dengan diri sendiri, dan seperti apa warna musik yang paling jujur yang ogut bisa berikan. Proses ngulik referensinya sudah dilakuin sih dari 2020 itu hahaha mulai dari dengerin diskografi penuh band-band pop/ alternatif Indonesia, sampe ke mancanegara untuk dapetin inspirasi sebanyak-banyaknya. Tapi ketika proses produksi dimulai, ya ogut minta ke Mas Hendra dan Aa Lucky untuk stop kasih ogut referensi album-album 90an.

 

Setelah melihat konten Youtube lo circa 2020, yang isinya soal inspirasi musik lo terhadap sosok Kenny Beats. Seberapa pengaruh dia di Album “Fortuna” ini, dan apakah paham “Don’t Over Think Shit” masih lo terapkan untuk merespon ragam ‘hatespeech’ di perilisan MV kemarin?

Gak ada samsek hahaha. Sound wise sih enggak ada ya, eh tapi kalau mindset Don’t Overthink Shit-nya sih kepake abesss haha. Berusaha untuk jadi diri sendiri saja dan enggak terlalu banyak berdiskusi tentang “wah nanti responnya bagaimana ya dari eksternal?” Cuek dan gassss terus! Eh tapi soal komentar miring paska terbitnya maxi singles juga video clip kemarin, ogut bersyukur dan berterima kasih banget justru! Dengan penuh sadar ogut tahu bahwa BAALE enggak mungkin hadir tanpa kritik, saran dan masukan dari orang-orang. Kalau ternyata jujurnya ogut di BAALE dianggap buruk, maka kritiklah seluas-luasnya. Lalu, kalau dianggap baik, maka tuntunlah ogut supaya jadi lebih baik lagi!

Bisa ceritakan sedikit mengenai pemilihan “Fortuna” sebagai nama album? Apakah terinspirasi dari tato Jhon Wick?

Si tahu tuh John Wick punya tato itu hahaha jadi gugling barusan. Fortuna itu kan salah satu judul lagu di albumnya, nah lagunya sendiri itu merupakan lagu pertama yang ogut tulis dalam bentuk demo dan rampung dalam bentuk single. Kenapa Fortuna ya? Hm ogut sih ngerasa bahwa ogut diberikan keberuntungan untuk bisa punya sebuah album musik sebagai medium untuk jujur berkarya, bermain alat musik, menulis lagu dan tampil dengan cara bernyanyi untuk publik. Tanpa album ini, ogut gak akan ngerasa seberuntung itu untuk punya alasan melakukan hal-hal yang udah lama banget ogut ingin lakukan! Makanya, Fortuna dirasa jadi nama yang tepat untuk namain album perdana BAALE.

 

Ada irisan vokal rap di track “Di Bawah Lampu” dan “Naluri”, juga bagian kosong dimenit 4:27-5:57 untuk track penutup “Musim”. Bisa lo ceritain detail proses kreatif untuk 3 track diatas?

Untuk “Di Bawah Lampu”, dari awal ogut tulis itu memang udah kebayang untuk coba kasih interpretasi ogut tentang lagu pop 90an. Nah, salah satu ciri yang ogut tangkep dari pop 90an (terutama mungkin di Indonesia) itu ya adanya variasi rap di tengah, atau kadang di awal lagu, sebagai apa ya? Semacam penanda bagan sih atas progresi chord yang terdengar monoton dan repetitif. Yaudah deh ogut coba simulasiin dan jujur, seneng banget di proses nulis dan rekamannya hahaha. Kalo untuk “Naluri”, itu memang udah ngobrol sama Mas Hendra dan Aa Lucky dari awal kalau mau ada track yang full nge rap. Ingin punya lagu yang full on bersenang-senang tanpa banyak mikirin nadanya bener enggak ya nanyinya hahaha. Mimpinya sih bisa bikin remix bareng om Iwa K suatu hari di bagian versenya ya. Ogut nyikat chorusnya aja juga aman aja kalo sama beliau sih!!

 

Album Fortuna menyuguhkan warna yang rumit dan variatif. Saat penggarapannya, apakah lo memikirkan soal live-set nya nanti? Dan bagaimana lo mengakali live set agar terdengar serupa seperti di rekaman?

Di proses pembuatannya, ogut sampaikan ke pak produser juga co produser bahwa ogut enggak ingin terlimitasi karena harus memikirkan live set nya nanti. Dengan catatan, bahwa tetap harus di ranah yang “masuk akal” untuk masuk ke dalam sebuah aransemen lagu. Setelah albumnya rampung, baru deh ketahuan kalau ternyata butuh 7 orang termasuk ogut di panggung BAALE untuk bisa ngebawain semua materi-materi yang ada di album Fortuna! Asyik bgt men rame di panggung seru abesss.

Tur Album Fortuna Sumatra dan Paketan Single BAALE. Kenapa Sumatra? (pake nada “Kenapa Bandung”). Apakah akan disusul tur ke pulau lain? Dan Paketan Album Fortuna? Atau ada project yang terdekat lainnya?

Hasil diskusi antara tim BAALE di YMTM Records dengan Boss Creator selaku promotor turnya berkonklusi kalau melakukan tur di pulau Jawa sebagai tujuan pertama bukanlah hal yang paling menantang untuk dilakukan. Selain karena akses dan kuantitas pertunjukan hiburan yang semakin hari semakin meraja lela di pulau Jawa, kami juga ingin menyapa teman-teman dan market baru yang tersebar di Pulau Sumatra. Selain menantang diri untuk melakukan turnya dengan jalur darat, kami juga mau test pasar sekaligus memperkenalkan dan memperjuangkan karya-karya BAALE ke khalayak yang lebih luas lagi di seluruh pulau di Indonesia. Dimulai dari Sumatra, akan disusul ke pulau-pulau lainnya. Doakan ya! Untuk Paketan Single sendiri, itu sih hasil diskusi internal YMTM Records tentang maraknya diantara kami yang menjadi korban rarities singles dari band-band luar. Ternyata di Indonesia sendiri belum terlalu ramai ini soal collectible items atau merch dari maxi singles dan bukan album. Biasanya datang dalam bentuk box set dan diproduksi dalam jumlah terbatas karena dikhususkan untuk fans-fans garis keras aja. Ogut waktu itu bilang bahwa ini adalah waktu yang paling tepat untuk tumbuh bersama BAALE karena project-nya baru banget akan “lepas landas”, so buckle up and get as much memories (and merchandise) before it becomes another rarities in the coming years. 

Info Tur Fortuna Pulau Sumatera

Merchandise Resmi BAALE

Pertanyaan terakhir : 5 album lokal favorit lo dan 5 musisi Indonesia yang pengen banget lo ajak kolaborasi di project BAALE selanjutnya? Go!

Album :

1. Pandawa Lima – Dewa 19

2. V2.05 – The Adams

3. Selamat Pagi, Dunia – Glenn Fredly

4. Ada Apa Dengan Cinta (OST. Soundtrack) – Melly Goeslaw

5. Self titled - Clubeighties

 Musisi :

1. Iwa K

2. Goodnight Electric

3. Dongker

4. Rumahsakit

5. RRag


Teks : Diaz Raehan Restu Adji

Foto : Jozz Felix

Posting Komentar

0 Komentar