Musik dan film sejatinya telah menjadi dua bentuk seni yang saling mempengaruhi satu sama lain. Musik dapat memperkaya pengalaman sinematik,memberikan kedalaman emosional juga memperkuat narasi. Sebaliknya, film memberikan panggung visual yang memungkinkan musik dapat dipahami dengan lebih detail.
Film Biopik (Biography Pictures) merupakan film yang mengangkat tentang perjalanan hidup seorang tokoh, yang bertujuan untuk menangkap kedalaman kisah nyata sang tokoh.
Jika menilik industri perfilman Indonesia hari ini, tentunya film dengan genre horor masih menjadi primadona. Buktinya, setiap bulan, poster-poster ‘mencekam’ silih berganti menghiasi dinding Bioskop. Jumlah ini berbanding terbalik dengan jumlah film biopik, terlebih untuk biopik musisi Indonesia yang jumlahnya masih bisa dihitung jari.
Faktor untung rugi (mungkin) masih menjadi pertimbangan rumah produksi untuk coba menggarap film biopik musisi, ditambah perlunya riset yang ‘jelimet’ juga biaya produksi yang besar membuat banyak sineas dan rumah produksi berpikir ulang untuk memproduksi film biopik musisi.
Tidak banyak sineas Indonesia yang tertarik untuk memproduksi film biopik musisi dalam negeri, kebanyakan dari mereka justru lebih tertarik dengan tokoh politikus, pejabat publik atau tokoh keagamaan untuk dibuatkan film biopik.
Mulai dari Trilogi Film Habibie & Ainun yang bercerita tentang perjalanan cinta B.J Habibie yang diperankan oleh Reza Rahadian, selanjutnya film tentang perjuangan seorang aktivis mahasiswa bernama Soe Hok Gie (Nicolas Saputra) dalam memperjuangkan keadilan, kebebasan dan HAM di masa Orde Baru lewat film bertajuk “GIE”, serta kisah perjuang kemerdekaan, sastrawan dan ulama asal Minangkabau Buya Hamka yangyang perannya dimainkan oleh Vino G Bastian.
Kisah tentang perjalanan musisi tanah air tentunya menjadi hal yang menarik untuk diangkat menjadi film biopik. Berikut ini 7 Film Biopik dari Musisi Indonesia, simak dibawah ini!
8 Film Genre Biopik dari Musisi Indonesia
1. Glenn Fredly The Movie (2024)
Musisi berdarah Ambon, Gleen Fredly adalah salah satu nama yang berhak dituliskan tinta emas di sejarah blantika musik Indonesia. Semasa hidupnya, Bung Glenn menjadikan musik sebagai sarana untuk menyuarakan pesan perdamaian dan persatuan.
Hal itu yang mengilhami Daniel Mananta (produser) dan Lukman Sardi (sutradara) untuk memberikan penghormatan khusus lewat Film “Glenn Fredly The Movie”. Marthino Lio yang merupakan aktor peraih Piala Citra FFI 2022, didapuk untuk memerankan peran Glenn Fredly dalam film ini.
Film Glenn Fredly The Movie rencananya akan tayang setelah libur Lebaran, tepatnya pada 25 April 2024.
2. Kemarin - Seventeen (2020)
Kisah perjalanan karir hingga perpisahan para personel Seventeen yang menyesakkan ini dikemas dengan haru lewat film biopik garappan sutradara Upie Guava yang berjudul "Kemarin". Judul film ini diambil dari lagu milik Seventeen dengan judul yang sama.Lagu ini viral setelah bencana alam tsunami yang merenggut nyawa gitaris, basis, drummer dan Road Manager Seventeen serta istri dari Ifan sang vokalis, pada 22 Desember 2018 di Tanjung Lesung, Banten.
Dalam bencana tsunami tersebut, hanya sang vokalis, Ifan yang selamat. Maka dari itu film ini didedikasikan untuk para personel dan orang-orang yang menjadi tragedi tsunami Tanjung Lesung.
3. Chrisye (2017)
Pada 2017 silam, MNC Pictures memproduksi film bertajuk “Chrisye” yang dipsutradarai oleh Rizal Mantovani. Sosok Chrisye dalam film ini diperankan dengan baik oleh Vino G Bastian.
Film yang menceritakan awal karir sang maestro hingga akhir hayatnya ini bermulai kala Chrisye remaja yang berjuang untuk berkarir dalam bermusik, kendati demikian sang ayah menginginkan ia untuk menjadi Insinyur.
4. Slank Nggak Ada Matinya (2013)
Film “Slank Nggak Ada Matinya” garapan Starvision Plus yang disutradarai oleh Fajar Bustomi ini menceritakan perasaan dilemanya Bimbim saat Bongky, Pay, Reynold dan Indra Q memutuskan hengkang dari Slank pada tahun 1997 dan memilih Abdee dan Ridho di audisi pencarian gitaris sebelum tur mereka.
Selain itu, pergulatan Bimbim, Kaka, dan Ivanka dengan obat-obatan terlarang menjadi sorotan. Dalam film, Abdee, Ridho, Bunda Iffet berjuang melepaskan rasa ketergantungannya.
Para personel Slank terlibat penuh dalam film, mulai dari penulisan naskah, pengambilan gambar, jga hadir sebagai cameo. Personel Slank sendiri diperankan oleh Adipati Dolken (Bimbim), Ricky Harun (Kaka), Aaron Ashab (Ivanka), Deva Mahendra (Abdee) dan Ajun Perwira (Ridho).
5. We Will Bleed - Burgerkill (2013)
Burgerkill Memperingati 16 tahun perjalanan karir bermusik lewat film dokumenter bertajuk “We Will Bleed”. Film yang menceritakan perjalanan karir mereka sejak (1995-2010). Momentum saat mereka tour di Australia dan kepergian san vokalis,Ivan Scumbag pada 2006 turut dikemas dalam film ini.
Film We Will Bleed ini tersedia dalam format DVD yang dibuat dengan dua versi berbeda, pertama box set seharga Rp. 300.000,- (Edisi Terbatas) dan standar Rp. 75.000,- yang jumlahnya tak terbatas.
6. Marching Menuju Maut - The Brandals (2012)
Perjalanan satu dekade pertama The Brandals dikemas dengan liar tanpa sensor. karir unit Rock N Roll, asal kota urban Jakarta ini disutradarai oleh Faesal Rizal yang digarap sejak 2007 hingga 2012.
Menampilkan ragam footage ugal-ugalan mereka mewarnai pertembuhan mereka dari band anak sekolah hingga sempat eksis wara-wiri sebagai Raja Pensi pada pertengahan 2000-an.
Film ini menampilkan sejumlah orang terdekat The Brandals, mulai dari Manajer hingga pengamat musik turut andil dalam film ini. Film ini dapat disaksikan di Bioskop Online dengan harga Rp. 15.000,- saja.
7. Generasi Menolak Tua - Seringai (2010)
Kata tua rasa-rasanya tidak ada dalam kamus band rock cadas, Seringai. Mereka menggambarkan hal tersebut dengan gamang lewat film “Generasi Menolak Tua”. Film yang berdurasi 70 menit ini digarap oleh bassis mereka, Sammy Bramantyo yang didistribusikan langsung melalui label independen Demajors dengan format DVD.
Footage dalam film tersebut diambil sejak awal karir Seringai, mulai dari tahun 2002 hingga 2009. Berisikan interview, perjalanan karir dan mereka cewewk-cewek cantik, penanda jiwa muda Seringai yang enggan padam.
8. Raisa : We Love You - Raisa (2024)
Juni Records menggandeng Imajinari Pictures akan memproduksi film tentang perjalanan karir 1 dekade Raisa. Film ini dibuat dalam rangka merayakan 1 tahun konser solo di GBK yang bertajuk #RaisadiGBK.
Film ini digarap oleh Sutradara sekaligus Jurnalis Musik ‘beken’ Soleh Solihun. Film ini tidak hanya menceritakan perjalanan karir Raisa, juga kebersamaan keluarga kecilnya bersama Hamish Daud, serta menampilkan sang anak perempuannya Zalina yang turut serta dalam film ini.
Dari daftar diatas, ada film favoritmu? atau kira-kira siapa ya musisi yang karirnya pantas untuk difilmkan?











0 Komentar