Subscribe Us

Penantian Panjang Jendela dan Pena Bermuara di Single terbaru berjudul Reda.

Jendela dan Pena adalah grup musik sederhana yg berasal dari Samarinda-Kaltim. Jendela dan Pena merupakan sekumpulan tiga orang kawan lama yang dulunya sama-sama berkecimpung dan “terjebak” di dunia Seni teater. 

Tidak bisa dipungkiri, dunia teater tidak terlepas dari  sentuhan sastra dan musik. Pada awalnya, para personil jendela dan pena adalah para penata/pemain musik pada setiap Pertunjukkan teater mereka. Itulah yang mengenalkan mereka pada musik. Selain itu, berangkat dari kesukaan akan sastra, mereka cenderung menjadikan puisi menjadi sebuah lagu sederhana. 

Jendela dan Pena menawarkan konsep musikalisasi dengan genre Pop Ballads, melalui perpaduan gitar, biola, vocal dan puisi.  Konsep ini menjadi karakter khas dari warna musik Jendela dan Pena. 

"Reda" adalah representasi batin tentang bagaimana jika seseorang yang begitu penting di dalam hidup kita, entah itu pasangan, keluarga, orang tua, atau siapa saja ; ialah tidak lagi ada.

Reda dapat di maknai dari 2 sudut pandang, tergantung dari seperti apa kita mengkonotasikan arti kalimat pertama pada liriknya, “ Bagaimana jika kita adalah sebuah ketidakmungkinan "

Kalimat ini adalah analogi sederhana dari makna "ketiadaan seseorang yang begitu kita inginkan untuk selalu ada".

Jika awalan tersebut di posisikan sebagai sebuah "Pertanyaan", maka pesan selanjutnya adalah alasan tentang Ketidakinginan atas ketiadaan itu. Jika di letakkan sebagai "Pernyataan", maka nyata lah kalimat itu, dan selanjutnya hanya tersisa sebagai angan-angan.

Apapun itu, Mungkin akan ada perspektif lain dari lirik sederhana lagu "Reda" di kepala kalian.  Silahkan di nikmati sebagaimana mestinya di seluruh platform music digital.


Posting Komentar

0 Komentar