Subscribe Us

Momen Perpisahan di Industri Musik yang Masih Membekas di Hati Para Fans.

Perpisahan dalam dunia musik, terutama saat personil sebuah band memutuskan untuk berpisah atau band tersebut bubar, acapkali menjadi momen yang penuh emosi dan mendalam bagi para penggemar. Setiap langkah perjalanan mereka, mulai dari awal terbentuk hingga saat-saat terakhir di atas panggung, menciptakan kisah yang tak terlupakan. Dalam kolom ini, kita akan menjelajahi dinamika yang melibatkan perpisahan di industri musik Indonesia yang hingga saat ini masih membekas di hati para fans. Mungkin diantaranya ada yang sudah dipersatukan kembali, memilih jalan baru atau hal ini menjadi bingkai kenangan tersendiri bagi fans maupun industri musik Indonesia.

Berikut ini adalah Momen perpisahan di industri musik Indonesia yang masih membekas di hati para fans. 

1. Banda Neira (Bubar)
Selama empat tahun berkarya, Banda Neira telah merilis dua buah album yakni Di Paruh Waktu (2013) dan Yang Patah Tumbuh, yang Hilang Berganti (2016). Pada Jumat, 23 Desember 2016, Banda Neira secara resmi membubarkan diri. Hal tersebut disampaikan oleh kedua personelnya, Rara Sekar dan Ananda Badudu melalui akun Instagram resmi Banda Neira. Hingga saat ini kerinduan akan duo ini tentu masih belum dapat menemui titik temu, adapun pada 2023 lalu, Banda Neira sempat mengobati perasaan rindu para penggemar lewat dihadirkannya Banda Neira yang dibawakan oleh Ananda Badudu di Pesta Pora, hal itu tentu banyak mengobati meskipun masih mengganjal di hati, karena Banda Neira masih dirasa kurang jika hadir tanpa Rara Sekar.  
2. Barefood (Bubar)
Barefood merupakan unit indie rock asal Bekasi yang dibentuk pada tahun 2009 terdiri dari Rachmad Triyadi dan Ditto Pradwito. Sepanjang kariernya mereka sudah merilis sebanyak dua album, yakni satu album studio dan satu album mini. Perjalanan Barefood terbilang stagnan serta memberi kesan youthful dan tentunya menjadi pionner di era itu. Perpisahan mereka ditandai dengan final show yang digelar pad Sabtu, 18 November 2023 dibilangan Jakarta.
3. Billfold - Gania Alianda
Gania Alianda saat di Billfold tentu menjadi primadona kancah Hardcore masa itu, terlebih karena mungkin persona wanita di kancah Hardcore masih terbilang sedikit dibanding hari ini. Gania dan Billfold berpisah dirangkaian last show yang digelar pada 18 Mei 2018 lalu, jalan Billfold dimulai kembali dengan formasi baru di 4 tahun kemudian, lewat video live session yang di unggah Maternal Disasster menampilkan Savira Razak dan Mustika Kamal didaulat menggantikan peran Gania dibagian vocal.
4. Burgerkill - (Alm) Ivan & Eben
Kepergian Eben pada 3 September 2021, menyusul vokalis fenomenal mereka, Ivan Scumbag yang meninggal dunia pada Juli 2006. menyisakan duka yang mendalam, bukan hanya untuk para Begundal (Fans Burgerkill) tapi bagi kancah musik hardcore juga. Tidak bisa dipungkiri bahwa Eben menjadi panutan di kancah Hardcore setidaknya selama 2 Dekade iya hadir di industri bersama Burgerkill.
5. Club80s - Vincent Desta
Desta dan Vincent menjadi orang pertama yang mengundurkan diri ketika jadi personil Clubeighties. Ada hal yang membuat Vincent dan Desta mundur, yakni masalah dan keributan yang cukup pelik. Vincent dan Desta memutuskan untuk keluar pada tahun 2011 karena ada perbedaan konsep dengan anggota Clubeighties yang lain. Kendati demikian digelaran Synchronize Festival 2019, mereka tampil bersama untuk mengobari rasa rindu para penggemarnya.
6. Coboy Junior/CJR - Iqbaal Ramadhan
Coboy Junior merupakan vokal grup cilik yang dibentuk pada 2011. Grup ini lalu mengganti nama mereka menjadi CJR di tengah jalan. Bastian Steel menjadi personel pertama yang memutuskan keluar dari CJR sebelum akhirnya grup tersebut dibubarkan pada 2 Desember 2017. Para mantan personel grup Coboy Junior atau CJR kembali membentuk grup dengan nama TBA. Grup tersebut berisikan Teuku Rizki alias Kiki, Aldy Maldini dan Bastian Steel yang kembali bersama. Sayangnya, satu personel CJR lain yaitu Iqbaal Ramadhan memilih tidak bergabung dalam TBA dan ingin fokus terhadap karir solonya.
7. Drive - Anji
Drive sendiri dibentuk pada 25 November 2005, dengan formasi awal Anji (vokal), Adi (drum), Budi (gitar), dan Dygo (bass). Pada 2011 silam, Anji hengkang dari Drive dan memilai solo karirnya. Penyebab hengkangnya Anji dari Drive ialah karena jadwal manggung Drive yang sempat menyentuk 28 titik di satu bulan dinilai menyita waktu pribadinya. otak-atik formasi Drive Setelah Anji keluar, dimulai dari Umaru Takaeda, Rizki eks The Titans, dan yang terbaru adalah Axl Ramanda yang merupakan jebolan Indonesian Idol XI.
8. FLEUR! (Bubar)
Trio unit rock yang digawangi Tanya(Gitar), Tika (Drum) dan Yuyi (Bass), FLEUR memutuskan untuk bubar pada akhir 2022. Kabar ini sontak membuat publik terkejut apalagi para penggemarnya. Mengingat ragam torehan yang diperoleh FLEUR selama 5 tahun berkarya terbilang bersinar, sebut saja peluncuran debut album dan tampil bersama Dara Puspita di Synchronize Fest 2022 silam. Perpisahan ini diunggah melalui laman instagram resmi FLEUR pada 31 Desember 2022.
9. Geisha - Momo
Momo adalah mantan vokalis grup band Geisha yang dibentuk pada tahun 2003. Pada tahun 2018, Momo digantikan oleh Regina Poetiray sebagai vokalis baru. Alasan perpisahan Momo dan Geisha masih simpang siur dan menjadi perbincangan hangat publik. Menurut Robby Satria, gitaris Geisha, Momo tidak pernah dikeluarkan dari Geisha dan tetap menjadi keluarga Geisha. Namun, menurut Momo sendiri, ia tidak pernah diberitahu secara resmi tentang pergantian vokalis dan merasa didepak sepihak. Roby Satria membantah hal ini dan menyebutnya fitnah.
10. Kerispatih - Sammy & Badai
Perpisahan Badai dan Sammy Kerispatih adalah salah satu isu yang menghebohkan dunia musik Indonesia. Badai adalah pencipta lagu dan mantan keyboardis Kerispatih, sedangkan Sammy adalah mantan vokalis Kerispatih. Alasan perpisahan Badai dan Sammy Kerispatih tidak pernah diungkap secara jelas oleh kedua belah pihak. Badai mengatakan bahwa keputusan itu diambil bersama dengan anggota lain dan pihak label, tetapi Sammy merasa dikhianati dan didepak sepihak. Hubungan mereka pun sering diisukan tidak akur dan saling menyalahkan. Namun, Badai membantah hal itu dan mengatakan bahwa hubungannya dengan Sammy baik-baik saja. Badai bahkan bersedia memberikan lagu atau berkolaborasi dengan Sammy jika diminta. Saat ini, Badai dan Sammy sama-sama fokus pada karier solonya masing-masing.
11. Naif (Bubar)
Naif adalah grup band Indonesia yang dibentuk pada tahun 1995 dan terdiri dari David Bayu (vokal), Pepeng (drum), Jarwo (gitar), dan Emil (bass). Naif dikenal dengan lagu-lagu seperti Posesif, Mobil Balap, Air dan Api, dan Benci untuk Mencinta. Sayangnya, Naif resmi bubar setelah 25 tahun berkarya. Hal ini diumumkan oleh David Bayu melalui kanal YouTube miliknya pada 10 Mei 2021. Alasan bubarnya Naif adalah karena dua personelnya, Emil dan Pepeng, memutuskan untuk hengkang dari band. David Bayu mengatakan bahwa ia sempat mewacanakan bubarnya Naif pada tahun 2019 atau 2020, sebelum pandemi Covid-19, tetapi ditolak oleh anggota lain. David Bayu juga menegaskan bahwa bubarnya Naif bukan karena masalah internal, melainkan karena mereka merasa sudah cukup berkarya selama 25 tahun. Bubarnya Naif tentu membuat banyak penggemar merasa kehilangan. Naif telah menghasilkan delapan album studio, yaitu Naif (1998), Jangan Terlalu Naif (2000), Titik Cerah (2002), The Best (2005), Retropolis (2005), Televisi (2007), Let's Go! (2008), dan Planet Cinta (2011).
12. Nidji - Giring
Perpisahan Nidji dan Giring adalah salah satu isu yang menggemparkan dunia musik Indonesia. Nidji adalah grup band yang dibentuk pada tahun 2002 dan terdiri dari Giring Ganesha (vokal), Andro (bass), Rama (gitar), Ariel (gitar), Adri (drum), dan Randy (keyboard). Nidji dikenal dengan lagu-lagu seperti Hapus Aku, Laskar Pelangi, Bila Aku Jatuh Cinta, dan Dosakah Aku. Giring Ganesha adalah vokalis Nidji yang memutuskan untuk keluar dari band pada tahun 2018. Alasan Giring keluar dari Nidji adalah karena ia ingin fokus di dunia politik dengan maju sebagai calon anggota legislatif pada Pemilihan Legislatif 2019. Nidji pun berjalan dengan vokalis baru yaitu Muhammad Yusuf Nur Ubay.
13. Payung Teduh - Is
Payung Teduh adalah grup band beraliran folk yang dibentuk pada tahun 2007 dan terdiri dari Mohammad Istiqamah Djamad alias Is (vokal), Comi (gitar), Ivan (bass), dan Cito (drum). Payung Teduh dikenal dengan lagu-lagu seperti Akad, Resah, Untuk Perempuan yang Sedang dalam Pelukan, dan Berdua Saja. Is memutuskan untuk mundur dari Payung Teduh pada tahun 2017. Menurutnya, kontraknya dengan Payung Teduh akan habis pada 31 Desember 2017 dan ia tidak akan lagi bermusik bersama Payung Teduh di tahun 2018. Is mengatakan bahwa ia keluar dari Payung Teduh karena sudah tidak satu visi dengan personel lain dan merasa kehilangan semangat berkarya. Is juga menegaskan bahwa perpisahan ini bukan karena perselisihan, tetapi karena perbedaan cara pandang. Saat ini, Is bersolo karir dengan nama Is Pusakata. Kendati demikian, akhirnya mereka kembali dipersatukan satu panggung di Synchronize Fest 2022 dan kembali berkarya bersama lagi dibawah naungan Parade Hujan.
14. Peterpan - Andhika & Reza
Peterpan adalah grup band yang dibentuk pada tahun 2000 dan terdiri dari Ariel (vokal), Uki (gitar), Lukman (gitar), Reza (drum), Andika (keyboard), dan Indra (bass). Peterpan dikenal dengan lagu-lagu seperti Mungkin Nanti, Ada Apa dengan Mu, Menghapus Jejakmu, dan Yang Terdalam. Di tengah kesuksesannya, konflik internal terjadi dalam tubuh Peterpan yang menyebabkan keluarnya Andika dan Indra dari grup pada Oktober 2006. Selepas kepergian dua personelnya, mereka merilis album studio ketiga dan terakhir mereka dengan nama Peterpan, Hari yang Cerah (2007) menyusul rasa keberatan ibu Andika untuk tetap berkarier menggunakan nama Peterpan. Sebagai pelepasan nama Peterpan, mereka merilis album hit terbaik Sebuah Nama, Sebuah Cerita (2008) dan disusul dengan pengangkatan personel tambahan David (kibor) menjadi personel tetap. Pada tahun 2009, Peterpan resmi melepas nama mereka menjadi Noah hingga mereka hiatus di tahun ini.
15. Rumahsakit - Andri Lemes
Andri Lemes adalah mantan vokalis band indie Rumahsakit yang memutuskan untuk berhijrah dan meninggalkan dunia musik pada tahun 2012. Alasan Andri berhijrah adalah karena ia merasa tidak nyaman dengan gaya hidupnya sebagai musisi dan ingin mendekatkan diri kepada Allah1. Andri juga mengaku bahwa ia sempat mengalami depresi dan kecanduan narkoba sebelum berhijrah2. Saat ini, Andri Lemes lebih fokus pada kegiatan dakwah dan pengajian. Ia juga aktif di media sosial dan YouTube, berbagi kisah dan pengalaman hijrahnya. Andri Lemes mengaku bahagia dengan pilihannya dan tidak menyesali meninggalkan Rumahsakit. Rumahsakit sendiri masih berjalan tanpa Andri Lemes, dengan menggandeng vokalis baru bernama Arief Bakrie. 
16. Rocket Rockers - Kucay
Sama seperti cerita Andri Lemes di Rumahsakit, Noor Al Kautsar atau kerap disapa Ala Kucay, mantan vokalis Rocket Rockers yang hengkang pada tahun 2013. Ala kucay memutuskan untuk berhijrah dan meninggalkan dunia musik. Setelah ditinggal ala kucay, Rocket Rockers masih melanjutkan kiprahnya di dunia musik dengan formasi baru yang diisi oleh Aska (Vokal/Gitar), Bisma (Bass) dan Ozom (Drum).
17. Seventeen - (Alm) Bani, Herman & Andi
Band seventeen adalah grup musik pop yang dibentuk pada tahun 1999 dan terdiri dari Ifan (vokal), Bani (bass), Herman (gitar), dan Andi (drum). Band seventeen dikenal dengan lagu-lagu seperti Jaga Selalu Hatimu, Menemukanmu, dan Kemarin. Pada 22 Desember 2018, band seventeen menjadi korban tsunami yang menerjang kawasan pesisir pantai Banten, tepatnya di Tanjung Lesung. Band seventeen sedang tampil di acara Perusahaan Listrik Negara (PLN) di Beach Hotel, ketika gelombang besar menghantam panggung dan menyeret semua orang yang ada di sana. Kejadian itu terekam dalam video yang kemudian viral di media sosial. Dari band seventeen, hanya Ifan yang selamat dari bencana tersebut. Tiga personel lainnya, yaitu Bani, Herman, dan Andi, meninggal dunia akibat tsunami. Selain itu, istri dari Ifan, yaitu Dylan Sahara, dan manajer band seventeen, yaitu Oki Wijaya, juga menjadi korban meninggal. Tragedi ini menimbulkan duka mendalam bagi keluarga, penggemar, dan dunia musik Indonesia. Band seventeen telah menghasilkan tujuh album studio, yaitu Seventeen (2003), Sweet Seventeen (2005), Lelaki Hebat (2008), Dunia yang Indah (2011), Sang Juara (2013), Pantang Mundur (2016), dan Kemarin (2019). 
18. ST12 - Charly
Charly van Houten adalah mantan vokalis grup band ST12 yang dibentuk pada tahun 2004. ST12 sempat berjaya selama tujuh tahun sebelum akhirnya konflik internal mendera mereka yang berakibat perpecahan. Pada tahun 2011, Charly resmi berpisah dengan ST12 dan membentuk Setia Band bersama Pepeng, mantan gitaris ST12. Alasan perpisahan Charly dan ST12 tidak pernah diungkap secara jelas oleh kedua belah pihak. Namun, menurut Charly, ia diberikan dua opsi oleh manajemen ST12, yaitu keempatnya hengkang dari ST12 atau Charly dan Pepeng yang keluar. Charly juga mengaku merasa dikhianati dan tidak dihargai sebagai pencipta lagu.
19. The Adams - Pandu & Ghina
Perpisahan antara Pandu, Ghina dan The Adams tentunnya menggemparkan industri musik Indonesia diawal tahun 2024. Alasan Pandu Fuzztoni berpisah karena ia ingin fokus menjadi gitaris di Morfem dan Zuff, sedangkan Ghina membeberkan alasannya melalui lam instagram pribadinya.
20. The Jansen - Aduy & Nina
Kabar mengejutkan datang dari unit punk-rock asal Bogor, The Jansen. Mereka merilis pernyataan resmi di akun Instagram resminya mengenai dua personil yang keluar dari band pada 4 Desember 2023. Nama tersebut ialah Aduy dan Nina. Aduy resmi keluar dari The Jansen pada November 2023 disusul Nina sebulan setelahnya. Walaupun dua personilnya keluar, The Jansen dalam pernyataan resminya akan tetap berjalan dan melanjutkan karya mereka.

Posting Komentar

0 Komentar