Subscribe Us

Lair Rilis Tatalu Menjadi Lagu Pembuka Album Ngélar, Cerita Soal Kesibukan Rute Pantura.

 Dalam semantik pertunjukan Tarling klasik, para musisi biasanya memberikan penampilan pembuka (sebuah 'persembahan' bagi penonton, jika boleh dibilang) yang biasa disebut sebagai "Tatalu" (atau "Tetalu" dalam bahasa Cirebonan).
Single baru LAIR yang tepat berjudul "Tatalu," berfungsi sebagai pembuka babak baru dalam karir mereka sebagai grup musik saat mereka mengumumkan album baru dengan label rekaman Rotterdam/Tokyo Guruguru Brain, dibantu Orange Cliff Records, Bandung yang akan dirilis pada 23 Februari 2024. Bekerja sama juga dengan Go Kurosawa (Kikagaku Moyo) sebagai produser dan penyanyi/penulis lagu Monica Hapsari sebagai kolaborator. Album baru tersebut akan berjudul “Ngélar.”

"Tatalu" adalah lagu pembuka album, di mana LAIR mencoba meniru kesibukan rute Pantura, daerah dimana para anggotanya tinggal: dataran Majalengka, Cirebon, dan Indramayu.
LAIR, dalam "Tatalu," mencoba melacak—dan juga menarik pengaruh dari—garis ‘keturunan’ budaya lokal Pantura kontemporer yang banyak terasimilasi dengan budaya Tionghoa. Ritme Rebana Tamyiz Noor/Tamtam (perkusionis) terpengaruh oleh pertunjukan pinggir jalan Barongsai atau Sar Ping Lion Dance yang umum di daerah Pantura, sementara Tedi Nurmanto/Tedi (gitaris utama) menjelajah rif-rif yang ia bayangkan bisa cocok dengan film-film laga Tiongkok.
———————————
“Ngélar”dapat di pra-pesan dalam format piringan hitam melalui Guruguru Brain (seluruh dunia) dan dalam format kaset dan CD melalui Orange Cliff Records (hanya di Indonesia).

Posting Komentar

0 Komentar