Setelah single Pandemik Semesta dirilis pada bulan Desember 2023, Cryptical Death kembali merilis single Zaman Kegelapan pada awal tahun 2024. Single ini terinspirasi oleh Zaman Edan karya Ronggowarsito dan pernyataan ahli nuklir Robert Oppenheimer “Now I become Death, the Destroyers of Worlds”. Cryptical Death melihat kedua pemikir ini relevan dalam merefleksikan situasi dan kondisi global saat ini. Zaman Kegelapan merupakan kolaborasi kedua Cryptical Death dengan Disaster Records. Kolaborasi baru pada single ini adalah featuring vokal oleh Yuliarni “Lia” Purnama, vokalis dari band Moral yang mengusung music Hardcore. Lirik Zaman Kegelapan ditulis pada masa pandemi tahun 2021 bersama dengan lagu Pandemik Semesta. Dari segi musikalitas single ini dibuat pada tahun 2023, dalam waktu kurang lebih satu bulan Farid (gitar) dan Epik (Drum) menghabiskan waktu menggarap lagu ini. Ronggowarsito dan Oppenheimer menjadi referensi bagi mood dalam pembuatan lagu. Kolaborasi dengan Lia memberikan warna keputus-asa-an dengan teriakan hardcore khas vokalis perempuan. Kombinasi Petikan gitar Farid dan Toan dengan kombinasi vokal Karib dan Lia memberikan nuansa kegelapan yang pilu menyambut zaman baru.
Cryptical Death mengidentifikasi aliran musik yang mereka mainkan sebagai grinding hardcore punk! Cryptical tumbuh dan berkembang di skena punk dan hardcore Ibukota Jakarta. Pada Juni 1997, Karib dan Farid bersama teman-teman sekolah menengah pertama mereka di daerah Jakarta Selatan membentuk band dengan membawakan lagu-lagu dari band hardcore punk seperti GBH, Code 13, Destroy! Doom dan band beraliran hardcore punk, crusty dan grind lainnya. Di era 1990an musik grindcore tumbuh di skena musik metal, sedangkan di negara asalnya Inggris dengan band seperti Napalm Death dan Amerika seperti Repulsion akar musikalitasnya adalah Punk. Munculnya Cryptical Death mengembalikan akar dan sentuhan punk dalam musik grindcore di Indonesia. Karya Cryptical pertama pada tahun 1997 adalah single “Cause of War” yang dirilis dalam kompilasi kelompok Hardcore United Locos Crew dan single “Nazi Fuck off” dalam kompilasi “Still One Still Proud! yang dirilis oleh Movements Records. Selama 26 tahun Cryptical telah merilis dua album penuh (“Fight, Survive, Existence” – 2000 & “In Between Third Space – 2008), satu split album bersama Burning Inside (“Two Forces of Element Arise” – 2001), single dalam kompilasi “Perang yang tak Pernah Kita Menangkan” yang dirilis oleh Harder Records dari Bandung pada tahun 2022 dan kompilasi-kompilasi lainnya. Pada masa pandemi dua single seperti “Bongkar!” dan “Akumulasi” dirilis pada tahun 2021 dalam platform digital.
Zaman Kegelapan adalah bagian kedua dari trilogi lagu bertemakan kehancuran bumi yang menjadi tema utama dari album baru Cryptical Death. Album ketiga Cryptical Death rencananya akan dirilis pada tahun 2024 ini. Dalam Pandemik Semesta, artwork / ilustrasi kehancuran bumi yang digambar oleh Danus (Steel.Reaper) dilihat dari perspektif “God’s Eye”, dari sudut pandang diatas bumi. Pada Zaman Kegelapan kehancuran bumi dilihat dari perspektif “inside” atau melihat kehancuran dari dalam bumi itu sendiri. Perang Dunia Kedua menjadi penanda dan pembangkit alarm waspada bahwa manusia mampu menciptakan suatu “alat” penghancur bumi dengan daya ledak bertenaga megaton. G.A. de Neve seorang professor geologi pada 1980 menulis perbandingan erupsi gunung berapi di Indonesia dengan daya ledak percobaan bom atom dalam artikel berjudul “Mankind’s Nuclear Test Performances and Volcanic Eruptions in Indonesia; A Comparison in Megatons”. Dua puluh gunung berapi, Bromo, Kelut, Sangeang, Anak Krakatau, Karangetang, Merapi, Rinjani, Lamongan, Sangeang Api, Soputan, Batur, Galunggung, Kelut, Soputan, Rinjani, Agung, Papandayan, Krakatau, Tambora dalam rentang 1815 – 1972 telah menguncangkan tanah Indonesia. Ledakan gunung Tambora di Bima, Sumbawa pada 1815 memiliki daya ledak 3.257, 1434 Mt (Megatons) diikuti oleh Krakatau pada tahun 1883 dengan daya ledak 409,4044 Mt (Megatons). De Neve membandingkan ledakan gunung di berbagai wilayah Indonesia ini dengan penggunaan energi nuklir selama periode 1945 – 1979. Dalam periode waktu ini, lima negara pemenang Perang Dunia Kedua, Amerika Serikat, Inggris, Rusia, Prancis dan Cina telah melakukan uji coba nuklir yang memiliki daya ledak megaton yang sama dengan ledakan gunung berapi di Indonesia.
Pencapaian manusia dalam menandingi gunung berapi sebagai kekuatan daya rusak membawa petaka yang tidak berkesudahan. Lima negara yang melakukan uji test nuklir adalah negara-negara adi kuasa yang memegang kekuasaan global selama 78 tahun lebih. Namun demikian, kemampuan mereka dalam menandingi alam semesta dengan menciptakan alat berkekuatan setara ledakan gunung berapi tidak mampu membawa kedamaian dan menanggulangi ketidakadilan yang terjadi di bumi. Dalam waktu tujuh puluh delapan tahun keadaan bumi tidak menjadi lebih baik. Perubahan iklim dan memanasnya suhu bumi akibat produksi fosil juga erat kaitannya dengan aktivitas negara-negara besar yang memiliki kekuatan tenaga megaton tersebut. Apa yang sedang terjadi di Palestina, Ukraina, Rohingya dan berbagai wilayah belahan dunia lainnya selama ini tidak dapat diatasi oleh mereka yang berkuasa. Zaman Kegelapan membicarakan dan mengekspresikan kenyataan-kenyataan ini bahwa menjadi berkuasa dan mampu menandingi alam semesta tidak berarti membawa kebaikan untuk umat manusia. Apa yang dianggap dan diklaim sebagai pencapaian terbesar umat manusia melalui ilmu pengetahuan tidak membawa kita kepada Cahaya kehidupan yang lebih baik. Sebaliknya, arogansi manusia dan klaim bermain Tuhan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi membawa kita pada kehancuran bumi! Inilah Zaman Kegelapan Dimana manusia itu sendiri menjadi penghancur dunia!
Zaman Kegelapan dirilis pada tanggal 1 Januari 2024 di Spotify dan platform digital lainnya sebagai renungan akan bahaya manusia dengan obsesi menandingi dan menaklukan alam. Hirosima dan Nagasaki menjadi pelajaran bahwa kekuasaan dan penaklukan manusia dan alam tidaklah membawa kemenangan atau kebanggaan. Menang adalah kehancuran bagi umat manusia, bagi kemanusiaan! Satu Januari menjadi waktu yang tepat merilis single ini sebagai pengingat bahwa di masa yang akan datang kita semua berjalan menuju Zaman Kegelapan Dimana kita menghancurkan diri kita, spesies kita, mahluk lainnya dan alam semesta. Cryptical Death melalui single ini melihat masih ada harapan bagi kita untuk memilih masa depan yang lebih baik dari kondisi yang saat ini sedang terjadi.


0 Komentar