Inoya House diambil dari kata 'Eunoia' yang memiliki arti sebuah 'pemikiran yang indah' dan 'House' sebagai 'tempat' dimana di dalam setiap karya-karya yang dilahirkan dapat menjadi sebuah rumah dan tempat berpulang bagi para penikmatnya.
Group yang di bentuk awal tahun 2020 ini di inisiasi oleh Ersandy dan Gearda sebagai gitaris pecinta indie-pop dreamy dan diikuti bergabungnya Fajar sebagai Synth + Saxophone, Gilang sebagai drummer dan Fariza Hidayat ikut bergabung sebagai bassist. Lalu 2022 semua berubah ketika Sampurna masuk sebagai vokalist.
Dengan genre Indie-pop nya, lagu Inoya House menceritakan keresahan tentang manusia pada umumnya, dimulai dari quarter life crisis, berbagai sudut pandang mengenai kehidupan, percintaan hingga pendewasaan manusia.
'Guilty pleasure' bukan lagi hal yang asing untuk seorang manusia. "lu pegawai kantoran
yang gajinya udah dua digit, tapi lu ingin mengejar passion lu yang lain misalnya
seperti menjadi musisi.
Nah, dari observasi lu untuk menggapai passion yang lu mau, lu harus pansos atau nyari muka yang ga sesuai dengan keyakinan hati lu" kata Sandy gitaris paling asik nya Inoya yang juga pencipta liriknya. Lirik tersebut di tuangkan dengan gabungan instrumen gitar chorus dan synth yang menggambarkan dilema guilty pleasure dan kebingungan tentang dunia, 'Dunia Terbalik' dibungkus dengan naiknya dinamika beat drum dan bass dan diakhiri dengan aransemen yang bereskalasi.
'Dunia Terbalik' merupakan salah satu lagu
Inoya House yang memiliki benang merah
dengan lagu 'Si Baik' (yang akan rilis di album perdana). Regina sebagai karakter utama yang merepresentasikan sifat manusia di 'Dunia Terbalik', berbicara tentang dunia yang penuh tanda tanya.
Dimana manusia berlomba-lomba menjadi
kuasa dengan menjual makna. Dimana kerja
keras yang ternyata tidak selalu membuahkan
hasil. Dimana yang buruk mendapat sambutan baik, sedangkan yang baik mendapat sambutan buruk. 'Dunia Terbalik' menjadi jembatan ke album Inoya yang akan rilis tahun 2023.


0 Komentar