Subscribe Us

Fenomena Pahit Ivy Sage dalam Tak Hilang Diterpa

Ivy Sage, band Alternative-Pop asal kota Gresik merilis debut singlenya berjudul “Tak Hilang Diterpa”. Band yang beranggotakan Azdi sebagai Vokalis, Calvin sebagai Gitaris,
Evan sebagai Bassist, Vebby sebagai Drummer terbentuk pada akhir 2022.
Azdi, Calvin, Vebby sudah bermusik sejak tahun 2016 pertengahan. Saat itu mereka masih mahasiswa. Sebelum nama Ivy Sage mereka aktif mengisi acara-acara kampus yang ada di Surabaya. Pandemi mengubah segalanya, eksistensi acara musik dan panggung hiburan semakin meredup hingga mereka memutuskan untuk fokus pada kesibukan di luar musik. Titik balik terjadi pada, Oktober 2022, Ivy Sage terbentuk untuk kembali berkarya. Fenomena pahit setiap individu yang memiliki keteguhan hati untuk bertahan kepada seseorang yang hilang tertulis dalam lagu “Tak Hilang Diterpa”. 

Hal tersebut tertuang pada lirik
Semua sepi tanpamu
Tak berarti tanpamu
Melewati hari hari dan sepinya malam ini
kau dan aku harusnya bersama

Lagu “Tak Hilang Diterpa” pada dasarnya bercerita tentang seseorang yang berusaha menerima kenyatan bahwa seseorang yang dicintainya tidak dapat kembali. Lebih luas lagi makna dalam lagu ini tidak hanya kekasih, namun dengan rasa yang sama kepada keluarga, kawan, atau bahkan hewan peliharaan sekalipun. Lagu ini mengekspresikan kehilangan, ditinggalkan, dicampakkan, dihanyutkan, yang dimana pada akhirnya manusia tetap menerima takdir yang tidak bisa diubah. “Tak Hilang Diterpa” bisa menjadi teman, untuk meredam rasa sakit orang-orang yang kehilangan sesuatu hal yang dicintainya.

Posting Komentar

0 Komentar