Rupanya pernyataan penutup tersebut bukanlah isapan jempol belaka. Kelahiran kembali yang dijanjikan memerlukan waktu sekitar 8 bulan. Tertanggal 11 November 2022, Salim Lubis memulai perjalanan barunya sebagai solois, ditandai dengan perilisan single perdana berjudul “Ketidakpastian Yang Pasti”. Mengadaptasi pola kerja David Bowie – Mick Ronson, Ia menggandeng rekan musiknya terdahulu, Fathan Haikal M. (MAGANDA). Penggarapan single ini mereka laksanakan berdua sejak awal hingga tahap final, yang ditindaklanjuti dengan polesan proses mixing dan mastering oleh Barirul (Studio Adiksi).
Menurut Salim, sebuah proyek solo ataupun side project yang baru akan bernilai tinggi ketika sang pelaku menciptakan apa yang belum pernah Ia buat sebelumnya. Oleh karena itu, melalui kelahiran kembali ini, Ia berusaha menjawab tantangan yang kerap diterima sebelumnya, yakni membuat lirik lagu berbahasa Indonesia. Sebuah tantangan yang sempat Ia anggap klise, namun tetap tak mengubah kepercayaannya mengenai bagus tidaknya suatu lagu tidak bergantung pada bahasa yang digunakan. Di luar aspek bahasa, proyek ini pun turut menjadi medium baginya untuk memperluas musikalitasnya dalam penciptaan karya. Melalui single ini, Ia mengaku meleburkan elemen musikal dari David Bowie dan Morrissey yang dipadukan dengan latar belakang Rock yang Ia miliki. Turut pula Ia sertakan sedikit banyak elemen dari ketertarikannya dengan musik New Wave, Seattle Sound dan Britpop.
Perihal tema dan maksud dari lirik lagu yang Ia ciptakan, Salim Lubis mengaku tak ingin menjelaskan terlalu banyak terlebih dahulu, guna mencegah pembatasan interpretasi para pendengar. Menurutnya, judul yang dipilih akan cukup membantu para pendengar untuk menemukan diri mereka di dalam rilisan ini. Dengan demikian, pola interaksi di antara sang pencipta dan para pendengar akan tumbuh dengan organik dan tidak terkesan “mendikte”. Selamat menikmati kelahiran kembali melalui pastinya ketidakpastian!


0 Komentar