Aldrian menjelaskan bahwa anak tersebut “seringkali dipandang sebelah mata atas mimpinya. Disebut tidak realistis dan tidak sadar diri. ‘Mimpinya kayak bocah’, kata orang-orang.” Deskripsi lagu ini, jelas Aldrian adalah sebagai komposisi yang “diciptakan untuk para pemimpi agar terus merawat ‘anak kecil’ dalam dirinya; agar selamanya bermimpi dengan lugu.” Di lagu ini, Aldrian bernyanyi dengan gamblang: “Menyimpan mimpi lugu itu/Yang kugenggam erat sejak seragam biru/Membayangkan suatu saat aku/Mengudara di layar kaca”.
Aldrian kemudian menaburkan sedikit realita dunia hiburan: “ ̧Andai kelak wajah ini/Mengudara di layar ratu plaza/Ku kan besar sementara/Sebelum esok kan terlupa”. ‘Pujaan Massa’ merupakan langkah besar musisi muda ini, yang telah membuktikan diri sebagai salah satu nama baru di kancah musik Indonesia.
Tentang Aldrian Risjad , dikenal sebagai salah satu talenta muda binaan institusi independen kondangSuneater, yang juga telah mewadahi musisi papan atas seperti Hindia, Lomba Sihir, .Feast, Agatha Pricilla, dan lainnya. Aldrian juga berperan sebagai gitaris dalam grup musik indie Sajama Cut. Sejak tahun 2019, Aldrian telah merilis 7 buah single yang diterima dengan positif oleh khalayak musik lokal. Namanya semakin dikenal dengan dirilisnya single ‘Berlari Pelan di Kota Yang Cepat” pada awal tahun ini, dan penampilan-nya di program televisi serta panggung-nya yang semakin bertebaran.


0 Komentar